Pages

Friday, 26 December 2014

Ancaman ISIS dan Pengrusakan Identitas Islam

Ancaman ISIS dan Pengrusakan Identitas Islam
    Ancaman dari ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) kembali muncul dari sebuah video yang belum lama ini diunggah oleh akun bternama Al-Faqir ibnu Faqir pada 24 Desember 2014. Tidak diketahui identitas si pemilik akun tersebut.
    Islamic State of Iraq and Suriah atau disingkat ISIS ini, sebelumnya telah geger dengan memberikan fatwa kepada para anggotarnya bahwa mereka diizinkan untuk memperkosa wanita di luar anggota ISIS. Sungguh, sangat memalukan kelompok yang bernama Islam namun memiliki akhlak yang jauh dari Nabi Muhammad SAW., oleh karena itu ISIS merupakan musuh bersama umat muslim sedunia.

    Kembali ke video yang diunggah di youtube dengan judul, “Ancaman wahabi terhadap Polisi, TNI dan Densus 88, dan Banser.” Video tersebut berdurasi waktu 04.01 menit. Dalam video tersebut Nampak seorang pria berjanggut berkata-kata mengancam Panglima TNI, Polri, dan Banser (Pemuda Anshar NU) yang dikabarkan akan memerangi ISIS. Identitas si pria di dalam video tersebut belum diketahui siapa serta dimana dia ketika mengambil shot video berlangsung.
    Lelaki dalam video berkata, “Apabila kalian tidak datang kepada kami, maka kami akan datang kepada kalian.”
    Video ini merupakan tantangan yang nyata dari kelompok separatis ISIS, dimana mereka diindikasi memiliki jaringan di seluruh dunia meskipun belum banyak. Namun, setidaknya setiap muslim harus membentengi diri sendiri, serta keluarga dan masyarakat agar pengaruh ISIS ini dapat ditangkal dengan baik.
    Sebelumnya, sebuah foto yang diunggah International Business Times menunjukkan bahwa dalam 10 tahun ISIS ingin menguasai dunia. Peta dalam bahasa Arab dalam foto tersebut menunjukkan ambisi besar ISIS 10 tahun ke depan.
    Tentu, ancaman ini harus segera diatasi oleh Pemerintah Indonesia, dimana dalam undang-undang sudah disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Pengaruh ISIS dapat menggangu kestabilan keamanan dan berujung pada lemahnya ekonomi dimana ekonomi bisa mundur karena faktor keamanan yang rawan kriminalitas.
    Pasca terorisme di Indonesia, kini akan mulai tahap berikutnya yaitu ancaman ISIS tersebut. Masalahnya, banyak penganut Islam di Indonesia yang terkadang karena ilmu yang ada padanya tidak syumul (sempurna), maka dengan mudah direkrut oleh organisasi-organisasi islam yang begitu banyak namun melenceng dari ajaran Islam sesungguhnya.
    Sudah saatnya ummat bersatu, dan menanggalkan perbedaan-berbedaaan dalam masalah-masalah khilafiyah. Sehingga, persatuan ummat inilah yang menjadi kekuatan untuk menolak pengaruh-pengaruh negatif yang ingin merusak Islam.
    Wallahua’lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About