Ilustrasi
Harap maklum dan harap dimengerti,
Mungkin, itu yang akhirnya terlontar dari banyak orang tentang berita di media yang kini menggambarkan ketegangan KPK dan kubu PDI-P. Entah sampai kapan panggung politik Indonesia akan berhenti dari hal-hal perebutan kekuasaan untuk menggendutkan perut-perut para politikus serakah.
Sudah menjadi bahan bicara, bahwa politik itu licik, selicin belut dalam berlari dan secepat kilat dalam melahap mangsa.
Kini, panggung kita sedang ramai membicarakan;
Pesan Mega terhadap Jokowi,
Abraham Samad berani tersangkakan Budi Gunawan,
Abraham Samad marah karena gagal jadi Wapres karena Budi Gunawan,
Abraham Samad memakai masker dan topi saat bertemu rahasia dengan parpol,
Jokowi punya hak mutlak memilih kapolri,
Ah, Mungkin juga kau atau aku hanya berpikir, media membesar-besarkan karena ada keuntungan yang mereka kejar.
Rating media, lalu juga untuk siapa media itu ditulis, karena memang media juga mewakili pemiliknya. Seperti Metro TV nya Surya Paloh, TVone nya ABu Rizal Bakrie, MNCnya Heri Tanoe,
Yah, kita juga korbannnya. tapi, mari mendoakan dan berusaha agar kebaikan Indonesia pada akhirnya, karena kebusukan akan terlihat juga. Tapi, hari ini kita juga tidak boleh diam saja diperlakuka semena-mena. Tulis, cerahkan, dan sampaikan kepada dunia bahwa kekuatan INdonesia ada pada rakyatnya, yaitu kita.
JIka Abraham Samad sedang dizalimi, kita harus membelanya demi kebenaran. Atau sebaliknya, Kita tunggu sambil bersiap siaga.
No comments:
Post a Comment